ISLAM AGAMA YANG SEMPURNA DAN INDAH
“Pada
hari ini,telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.”(QS. Al Maidah 5: 3)
Sungguh suatu anugerah yang tak terhingga, ketika Allah SWT memberikan
nikmat terbesar dalam kehidupan manusia, yaitu nikmat iman dan Islam.
Nikmat yang menjadikan ada sebuah pembeda (furqan) antara seorang
muslim dengan musyrikin. Nikmat Islam merupakan kunci surga Allah, yang
di dalamnya terdapat banyak sekali kenikmatan abadi yang tiada
habisnya, di mana setiap muslim dijamin oleh Allah akan dimasukkan ke
dalam jannah-Nya, apabila menerapkan Islam secara kaffah dalam
hidupnya. Firman Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah
kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu
turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang
nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah 2: 208)
Islam memiliki sifat-sifat dasar yaitu kesempurnaan, penuh nikmat,
diridhai dan sesuai dengan fitrah. Sebagai agama, sifat-sifat ini dapat
dipertanggungjawabkan dan menjadikan pengikutnya dan penganutnya
tenang, selamat dan bahagia dalam menjalani hidup. Muslim menjadi
selamat karena Islam diciptakan sebagai diin yang sempurna. Ketenangan
yang dirasakan seorang muslim karena Allah memberikan segenap rasa
nikmat kepada penganut Islam, kemudian kepada mereka yang mengamalkan
Islam karena sesuai dengan fitrahnya.
“Maka hadapkanlah wajahmu
dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang
telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada
fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui.” (QS. Ar Rum 30: 30)
Syumuliyatul Islam
Islam merupakan agama yang sempurna berarti lengkap, menyeluruh dan
mencakup segala hal yang diperlukan bagi panduan hidup manusia. Sebagai
petunjuk/ pegangan dalam hidupnya, sehingga dapat menjalani hidup
dengan baik, teratur dan sejahtera, mendapatkan kebahagiaan hidup baik
di dunia maupun di akhirat.
Islam adalah sistem yang menyeluruh, mencakup seluruh sisi kehidupan.
Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlaq dan
kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu
dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan,
jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Ia adalah aqidah yang lurus,
ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih. Syumul (universalitas)
merupakan salah satu karakter Islam yang sangat istimewa jika
dibandingkan dengan syariah dan tatanan buatan manusia, baik komunisme,
kapitalisme, demokrasi maupun yang lainnya. Universalitas Islam
meliputi waktu, tempat dan seluruh bidang kehidupan. Ulama besar Mesir
asy syahid Hasan Al Banna berkata
“Risalah Islam mempunyai jangkauan
yang sangat lebar sehingga berlaku bagi seluruh umat, dan jangkauan
yang sangat dalam sehingga mencakup seluruh urusan dunia dan akhirat.”
Kesempurnaan Islam ini ditandai dengan syumuliyatuz zaman (sepanjang
masa), syumuliyatul minhaj (mencakup semuanya) dan syumuliyatul makan
(semua tempat).
1. Islam sebagai syumuliyatuz zaman (sepanjang masa) adalah agama masa
lalu, hari ini dan sampai akhir zaman nanti. Sebagaimana Islam
merupakan agama yang pernah Allah sampaikan kepada para Nabi terdahulu,
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan: “Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut.”
(QS. An Nahl 16: 36). Kemudian disempurnakan oleh Allah melalui
risalah nabi Muhammad SAW sebagai kesatuan risalah dan nabi penutup.
Islam yang dibawa nabi Muhammad SAW dilaksanakan sepanjang masa untuk
seluruh umat manusia hingga hari kiamat.
“Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita
gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahui.” (QS. Saba’ 34: 28)
2. Islam sebagai syumuliyatul minhaj (mencakup semuanya) melingkupi
beberapa aspek lengkap yang terdapat dalam Islam itu sendiri, misalnya
jihad dan da’wah (sebagai penyokong/ penguat Islam), akhlaq dan ibadah
(sebagai bangunan Islam) dan aqidah (sebagai asas Islam). Aspek-aspek
ini menggambarkan kelengkapan Islam sebagai satu-satunya agama yang
diridhai oleh Allah SWT. Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran 3: 19)
3. Islam sebagai syumuliyatul makan (semua tempat) karena Allah
menciptakan manusia dan alam semesta ini sebagai satu kesatuan. Pencipta
alam ini hanya Allah saja. Karena berasal dari satu pencipta, maka
semua dapat dikenakan aturan dan ketentuan kepada-Nya. Firman Allah SWT
sebagai satu-satunya Tuhan dan pencipta alam semesta:
“Dan Tuhanmu
adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut
membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari
langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah
mati-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran
angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh
tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah 2: 163-164)
Kelengkapan Ajaran Islam Di Bidang Aqidah
Aqidah Islam adalah aqidah yang lengkap dari sudut manapun. Islam mampu
menjelaskan persoalan-persoalan besar kehidupan ini. Aqidah Islam
mampu dengan jelas menerangkan tentang Tuhan, manusia, alam raya,
kenabian, dan bahkan perjalanan akhir manusia itu sendiri.
Islam tidak hanya ditetapkan berdasarkan instink/ perasaan atau logika
semata, tetapi aqidah Islam diyakini berdasarkan wahyu yang dibenarkan
oleh perasaan dan logika. Iman yang baik adalah iman yang muncul dari
akal yang bersinar dan hati yang bercahaya. Dengan demikian, aqidah
Islam akan mengakar kuat dan menghujam dalam diri seorang muslim.
Meyakini secara benar bahwa tiada Tuhan selain Allah dengan meyakini
dalam hati, mengucapkan secara lisan dan dibuktikan dengan mematuhi
perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Aqidah Islam adalah aqidah yang tidak bisa dibagi-bagi. Iman seorang mu’min adalah iman 100% tidak bisa 99% iman, 1% kufur.
“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap
sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian
daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari
kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak
lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah 2: 85).
Kelengkapan Ajaran Islam Di Bidang Ibadah
Ibadah dalam Islam menjangkau keseluruhan wujud manusia secara penuh.
Seorang muslim beribadah kepada Allah dengan lisan, fisik, hati, akal,
dan bahkan kekayaannya. Lisannya mampu bedzikir, berdoa, tilawah, amar
ma’ruf nahi munkar. Fisiknya mengiringi dengan berdiri, ruku’ dan
sujud, puasa dan berbuka, berjihad dan berolah raga, membantu mereka
yang membutuhkan. Hatinya beribadah dengan rasa takut (khauf), berharap
(raja’), cinta (mahabbah) dan bertawakal kepada Allah. Ikut berbahagia
atas kebahagiaan sesama, dan berbela sungkawa atas musibah sesama.
Akalnya beribadah dengan berfikir dan merenungkan kebesaran dan ciptaan
Allah. Hartanya diinfakkan untuk pembelanjaan yang dicintai dan
diperintahkan Allah serta membawa kemaslahatan bersama.
Maha Suci Allah yang telah mengatur segala sesuatunya dengan baik dan
menenteramkan. Seluruh aktivitas seorang muslim akan bernilai ibadah di
mata Allah, apabila dijalankan dengan ikhlas dan diniatkan hanya untuk
mengharap ridha-Nya. Sehingga kita patut mencontoh Rasulullah SAW dan
para sahabat yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan (ibadah), karena
mereka yakin bahwa Allah akan membalasnya dengan limpahan pahala dan
sesuatu yang jauh lebih baik di dunia maupun di akhirat (jannah).
Kelengkapan Ajaran Islam Di Bidang Akhlaq
Akhlaq Islam memberikan sentuhan kepada seluruh sendi kehidupan manusia
dengan optimal. Akhlaq Islam menjangkau ruhiyah, fisik, agama,
duniawi, logika, perasaan, keberadaannya sebagai wujud individu, atau
wujudnya sebagai elemen komunal (masyarakat).
Akhlaq Islam meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pribadi, seperti
kewajiban memenuhi kebutuhan fisik dengan makan dan minum yang halalan
thoyiban serta menjaga kesehatan, seruan agar manusia mempergunakan
akalnya untuk berfikir akan keberadaan dan kekuasaan Allah, seruan agar
manusia membersihkan jiwanya,
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams 91: 9-10).
Hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, seperti hubungan suami istri
dengan baik, hubungan anak dan orang tua, hubungan dengan kerabat dan
sanak saudara. Semuanya diajarkan dalam Islam untuk saling berkasih
sayang dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, seperti seruan untuk
memuliakan tamu dan etika bertamu, mengajarkan bahwa tetangga merupakan
keluarga dekat, hubungan muamalah yang baik dengan saling menghormati,
seruan untuk berjual beli dengan adil, dsb. Menjadikan umat manusia
dapat hidup berdampingan dengan damai dan harmonis.
Kesempurnaan Islam juga mengatur pada akhlaq Islam yang berkaitan
dengan menyayangi binatang, tidak menyakiti dan membunuhnya tanpa
alasan. Akhlaq Islam yang berkaitan dengan alam raya, sebagai obyek
berfikir, merenung dan belajar,
“Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran 3: 190), sebagai sarana berkarya dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Lebih dari itu semua adalah akhlaq muslim kepada Allah SWT, Pencipta,
dan Pemberi nikmat, dengan bertahmid, bersyukur, berharap (raja’), dan
takut (khauf) terpinggirkan apalagi dijatuhi hukuman, baik di dunia
maupun di akhirat.
Kelengkapan Ajaran Islam Di Bidang Hukum/ Syariah
Syariah Islam tidak hanya mengurus individu tanpa memperhatikan
masyarakatnya, atau masyarakat tanpa memperhatikan individunya. Syariah
Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Ada aturan ibadah,
yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. Ada halal dan haram
(bahaya-berguna) yang mengatur manusia dengan dirinya sendiri. Ada
hukum keluarga, nikah, thalaq, nafkah, persusuan, warisan, perwalian,
dsb. Ada aturan bermasyarakat, seperti: jual beli, hutang-piutang,
pengalihan hak, kafalah, dsb. Ada aturan tentang tindak kejahatan,
minuman keras, zina, pembunuhan, dsb.
Dalam urusan negara ada aturan hubungan negara terhadap rakyatnya,
loyalitas ulil amri (pemerintah) yang adil dan bijaksana, bughot
(pemberontakan), hubungan antar negara, pernyataan damai atau perang,
dsb. Untuk mewujudkan negara yang adil dan sejahtera sesuai dengan
tatanan hidup Islam, maka syariah Islam harus diterapkan secara kaffah
dalam kehidupan bernegara.
Kelengkapan Ajaran Islam Dalam Seluruh Aspek Kehidupan
Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu bukti kesempurnaannya
adalah Islam mencakup seluruh peraturan dan segala aspek kehidupan
manusia. Oleh karena itu Islam sangat sesuai dijadikan sebagai pedoman
hidup. Di antara kelengkapan Islam yang digambarkan dalam Al Qur’an
adalah mencakup konsep keyakinan (aqidah), moral, tingkah laku,
perasaan, pendidikan, sosial, politik, ekonomi, militer, hukum/
perundang-undangan (syariah).
Kesempurnaan Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan
merupakan satu-satunya diin yang diridhai Allah SWT menjadikannya
satu-satunya agama yang benar dan tak terkalahkan.
“Dialah yang
telah mengutus Rasul-Nya petunjuk dan agama yang benar untuk
dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak
menyukai.” (QS. At Taubah 9: 33).
Beruntunglah bagi setiap manusia yang diberikan hidayah oleh Allah SWT
untuk dapat merasakan nikmat berislam dan menjauhkannya dari kesesatan
hidup jahiliyah. Rawat dan jagalah nikmat iman dan Islam dengan
tarbiyah Islamiyah serta menerapkan Islam secara kaffah, sehingga
terwujud kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.
Islam sendiri memiliki syariat / peraturan hukum yang sangat sempurna karena memiliki beberapa keunikan, diantaranya:
Pertama, bersifat manusiawi yang menunjukkan relevansi hukum Islam
dengan watak manusia serta kebutuhan dan keinginan manusia. Kemudian
menghargai hak hidup manusia, memenuhi kebutuhan rohani dan
mengembangkan akal pikir manusia. Selain itu, juga menjunjung tinggi
prinsip kehidupan manusia seperti keadilan, toleransi, permusyawaratan,
saling mengasihi,saling memaafkan, persatuan, perdamaian dan
sebagainya.
Kedua, bercirikan moral yang menunjukkan bahwa hukum Islam berpijak
pada kode etik tertentu mengingat Nabi Muhammad diturunkan bertujuan
untuk menyempurnakan akhlak manusia dengan tetap berpijak pada kode
etik dalam Alqur’an. Hal ini berarti Islam menjaga kehormatan dan
martabat manusia, saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan
kesabaran, serta mendudukkan sesuatu sesuai kedudukannya..
Ketiga, bercirikan universal dalam artian seluruh aturan ada dan
mengikat untuk seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Tidak seperti
agama lain yang diturunkan untuk umat agamanya saja, segenap peraturan
yang ada dalam Islam tidak hanya untuk umat Islam saja tetapi mengikat
juga ke umat lain.
Islam dan syariahnya membuka diri dan dapat berdialog dengan siapapun
dan kapanpun karena Islam menjelaskan seluruh permasalahan umat. Selain
itu, syariah Islam juga memliki karakteristik tersendiri diantaranya:
Pertama, sempurna mengingat Islam sebagai agama terakhir telah
disempurnakan oleh Alloh sehingga mencakup berbagai dimensi kehidupan
baik akidah, politik kemasyarakatan, kebudayaan, pertahanan dan
keamanan, sosial kemasyarakatan, ekonomi dan sebagainya.
Kedua, berwatak harmonis dan seimbang yakni keseimbangan yang tidak
goyah, selaras dan serasi sehingga membentuk ciri khas yang unik.
Karenanya ada hukum wajib sebagai bandingan haram, sunah dengan makruh
dan ditengahi oleh hukum mubah. Hal lainnya adalah menempatkan
kewajiban seiring dengan penuntutan hak, menggunakan harta benda tidak
terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dan sebagainya.
Ketiga, dinamis yang menunjukkan bahwa syariah Islam bisa berkembang
menurut kondisi pada masa itu. Adanya ijtihad dalam Islam membuka jalan
berubahnya peraturan yang belum ada ketetapan yang pasti.
Wallahu a’lam bishshowab. [UM]